Yakin nih anak muda sekarang tau makna sumpah pemuda?kira2 sudah melakukan apa ya?

Semangat pemuda tidak pernah padam. Suatu ketika ada seorang pemuda yang hendak melamar seorang wanita pujaan hatinya. Ia bertemu dengan orangtua si wanita itu. Dengan suara gemetar ia menyampaikan maksud dan tujuannya.

Orangtuanya hanya diam dan memandang pemuda itu. Kemudian bertanya dengan bahasa betawi ” berani banget lu ngelamar anak gw emang udah punya apa?makan aja masih dari orangtua, kuliah juga belum lulus!”

Dengan bijak pemuda milenial itu menjawab ” Alhamdulillah beh sambil kuliah ane punya bisnis online. Sudah menghasilkan puluhan juta setiap bulan. Ane juga sudah siapin rumah untuk istri ane nanti beh. Alhamdulillah hasil sendiri.”

Si babeh pun terdiam dengan jawaban si pemuda dan berkata ” gw kaga ngarti dah apa itu bisnis online. Ntar gw tanya dulu ke Mbah gugel. Lu tanya dah ama anak gua mau kaga sama lu. Kalo mau gw kawinin.”

Dengan malu2 si neng langsung manggut-manggut dan pemuda itu pun bahagia luarbiasa.

Itulah gambaran pemuda masa kini, jangan anggap hanya sarungan di rumah tidak punya penghasilan. Tapi justru penghasilan mereka melebihi gaji UMR. Itu yang melek teknologi loh.

Dengan kekuatan finansial, pemuda lebih memiliki power. Banyak peran yang dapat ia lakukan di dalam lingkungannya. Diantaranya membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Ia berperan mengentaskan pengangguran di Negeri ini.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2018 mencapai 5,13%. Oleh karena itu, pemuda yang ikut berperan ini sangatlah penting.

Dengan kecanggihan era milenial ini banyak profesi yang sedikit demi sedikit digantikan oleh mesin dan tidak lagi membutuhkan manusia untuk mengendalikannya.

Namun, Banyak juga peluang baru bermunculan sehingga dapat lebih mudah menghasilkan income. Maka, jadilah pemuda yang berperan dan jadilah agen perubahan.

Menjalankan isi dari sumpah pemuda ini pada intinya menjaga persatuan Indonesia. Pemuda masa kini selain harus kreatif tapi juga harus cerdas dan berakhlak. Jangan gampang terpancing emosi, termakan hoax yang menyebabkan keretakan sesama bangsa Indonesia.

Gunakan kecerdasan kita untuk jalan kebaikan. Tidak ada yang lebih bernilai selain meninggalkan amal kebaikan. Itulah yang akan menjadi tabungan kita di akhirat kelak.

Setiap orang harus berfikir, saya sudah berbuat apa untuk Negara ini?

Sudahkah saya ikut berperan di lingkungan saya?

Jika belum, ayo ambil peran sekarang juga. Jadilah warga Indonesia yang berguna bagi Nusa dan bangsa.