Generasi Milenial Harusnya Sih Ga

GOLPUT

Oleh : Agus Dwi Iskandar

Generasi milenial adalah generasi emas, cerdas, tangguh dan tentunya peduli terhadap masa depan yang cerah. Bukan hanya peduli terhadap masa depan pribadi namun juga peduli kepada masa depan bangsa. Peduli terhadap nasib banyak orang.

Kenapa harus peduli?

Peduli terhadap orang lain adalah sama halnya peduli terhadap diri sendiri. Setiap apa yang kita lakukan untuk orang lain, sesungguhnya kita melakukannya untuk diri kita sendiri.
Itu sudah menjadi hukum alam.

Generasi milenial yang cenderung aware kepada gadgetnya bukan berarti tidak peduli terhadap lingkungan, justru generasi muda ini harus banyak memberi kontribusi untuk lingkungan. Ikut menjadi agen perubahan.

Seperti halnya pada saat pemilu datang. Anak muda yang peduli terhadap nasib bangsa dan lingkungannya tidak akan menjadi golput. Golput itu adalah ciri-ciri orang yang tidak peduli dan tidak memahami pentingnya arti kontribusi.

Ada yang mengatakan ” ah hanya satu suara toh tidak berpengaruh”

Ingatlah kurang 1 point tidak akan lulus PNS, kurang 1 rupiah tidak akan menjadi 100rb. Kurang 1 detik tetap ketinggalan kereta.

Tetap 1 itu sangat berpengaruh. Anda itu penting, Anda dibutuhkan.

Soekarno mengatakan:

Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”

Sekarang pertanyaannya Pemuda yang seperti apa yang dapat mengguncangkan dunia? Yaitu pemuda yang benar-benar peduli, bertanggung jawab, punya pilihan dan siap berkontribusi. Itulah ciri generasi milenial.

Anda generasi milenial? Maka Anda siap untuk memilih di pemilu 2019

Generasi milenial

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat disebut generasi milenial? Generasi yang cerdas dengan didukung oleh teknologi canggih.

Jadi, cirinya generasi milenial itu melek teknologi.

Ngomong-ngomong mengenai teknologi, ibaratnya seperti politik. Bagaimana cara kita menggunakannya. Bisa jadi sangat berguna jika dipegang oleh orang baik dan untuk hal-hal baik. Bisa jadi tidak berguna bahkan mudharat jika digunakan untuk keburukan.

Saat ini, banyak orang yang beranggapan bahwa politik itu kotor, padahal tergantung orang yang memegangnya dan yang ada di dalamnya. Akan jadi bersih jika orang yang ada di dalamnya bersih, terdidik dan memiliki tujuan mulia.

Dan akan jadi kotor jika di dalamnya orang yang hanya peduli terhadap kepentingannya sendiri.

Generasi milenial haruslah cerdas dalam memilih pemimpin yg baik dan sanggup mengemban amanah.

Salam Pemuda Indonesia!

(Agus Dwi Iskandar)