Apakah Pendidikan Itu Penting

Di Jaman Milenium?

Oleh : Agus Dwi Iskandar

Seiring perubahan jaman, berubah juga pendidikan di Indonesia. Yang tadinya belajar di kelas orientasi kepada guru, kini beralih kepada siswa. Siswa dituntut untuk berperan aktif sedangkan guru hanya menjadi fasilitator.

Belajar awalnya cukup menggunakan papan tulis dan buku,  kini beralih menggunakan media digital seperti laptop dan infocus. Semua dilakukan guna mendukung generasi milenial agar cepat tanggap dengan perubahan jaman.

Di jaman milenium ini, kita dituntut untuk serba cepat dan mau tidak mau harus mengikuti perkembangan jaman.

Jaman dulu,  anak kecil banyak yang bermain di lapangan namun kini anak kecil sudah pandai bermain gadget membuka situs informasi.

Jaman dulu, melamar pekerjaan dengan mengirimkan lamaran lewat pos. jaman sekarang cukup via email ratusan lamaran bisa dikirim setiap harinya.

Jaman dulu, belanja harus ribet ke pasar. Jaman sekarang cukup pake hp sudah bisa belanja apapun.

Pedidikan tetap menjadi faktor yang sangat penting di jaman milenium ini, bahkan Pendidikan sekarang harus dilakukan sepanjang waktu, sambil main kita bisa belajar, main hp pun itu juga belajar. Pokoknya tidak pernah lengah untuk belajar.

Lewat dunia digital ini,  kita bisa berinteraksi dan berorganisasi melalui group komunitas yang dibentuk.  tentunya tidak lupa dengan silaturahmi ya…

Belajar tidak harus di kelas, justru di jaman milenium ini kita bisa belajar di mana saja dan  belajar dari kehidupan sehari-hari.

Jadi, anak milenial yang sudah lulus sekolah, jangan merasa sudah pintar karena jaman cepat sekali berubah, kita harus bisa mengikuti perkembangan jaman dengan cepat.

Banyak hal yang belum kita  pelajari di sekolah, kita harus pelajari di luar. Ijazah saja tidak cukup melainkan harus tampil dan terampil terutama menghadapi perkembangan jaman.

Jika tidak bisa merespon perubahan jaman, siap-siap jadi penonton. Jangan-jangan profesi kita saat ini akan digantikan oleh mesin di masa yang akan datang. Pikirkan itu !

Belajarlah sebanyak mungkin, kenali potensi  diri agar jadi generasi milenial yang tangguh dan bisa beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Salam Pemuda Indonesia!

(Agus Dwi Iskandar)